Home / INTERNASIONAL / Ribuan TKI Ilegal Ditahan Disejumlah Penjara di Malaysia
meizu

Ribuan TKI Ilegal Ditahan Disejumlah Penjara di Malaysia

KUALA LUMPUR, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Ribuan Pekerja Tanpa Izin (PATI) terjaring dalam Operasi yang digelar oleh Pemerintah Malaysia pada 1-6 Juli 2018 lalu. Dari 91.650 orang yang berhasil terjaring dalam operasi tersebut, sebanyak 22.126 orang ppekerja ilegal dari berbagai negara ditahan Pemerintah Malaysia karena terlibat berbagai pelanggaran keimigrasian.

Kepala Departemen Imigrasi Malaysia, Mustafar Bin Haji Ali, mengatakan pihaknya sudah melakukan operasi PATI sebanyak 7.477 kali di negara bagian. Namun, dalam operasi kali ini, pihaknya juga menangkap para majikan yang masih menggunakan jasa tenaga kerja yang tidak memiliki izin.

“Sebanyak 28 majikan turut ditahan sepanjang 1 Januari 2018 hingga Juli 2018. Kami juga telah melakukan operasi sebanyak 7.477 kali di seluruh negara bagian,” kata Mustafar seperti dilansir berbagai media di Malaysia.

Dalam pemberitaan tersebut Pemerintah Malaysia telah menahan sebanyak 7.327 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal karena tidak memiliki dokumen kerja yang lengkap. Sementara, pekerja asal Bangladesh yang ditahan sebanyak 4.483 orang. Pekerja ilegal dari Filipina sebanyak 2.237 orang, dan Myanmar sebanyak 2.188 orang.

Banyaknya jumlah TKI ilegal asal Indonesia yang ditahan oleh Imigrasi Malaysia sudah tidak mengherankan lagi. Sebab, kedekatan jarak antara Indonesia dan Malaysia membuat banyak WNI untuk mencari pekerjaan di Malaysia meski berangkat secara ilegal.”Operasi ini akan dijalankan secara terus-menerus tanpa henti dalam memutus rantai kesalahan, termasuk bersama lembaga yang lain,” kata Jafar.

Para pekerja disebut ilegal karena mereka tak memiliki dokumen lengkap dan sah untuk bekerja di Malaysia. Pemerintah Malaysia menyadari banyak pekerja asing ilegal yang mengadu nasib di negara mereka. Namun bagi TKI yang ingin bekerja di berbagai sektor seperti manufaktur, konstruksi, perkebunan, pertanian dan jasa di Malaysia dibutuhkan persyaratan.

Oleh sebab itu, pemerintah Malaysia memberikan solusi dengan memberlakukan suatu kebijakan bernama “rehiring programm”. Program itu sudah diberlakukan sejak Februari 2016 lalu. Melalui kebijakan tersebut, bagi pekerja yang belum melengkapi dokumennya diberi kesempatan untuk melengkapi persyaratan. Mereka harus melengkapi dokumen ke Departemen Imigrasi Malaysia dan menunjukkan dokumen biometrik.

Pemerintah Malaysia memberikan tenggat waktu bagi pekerja asing dan majikannya untuk melengkapi dokumen hingga 30 Juni 2018 lalu. Setelah itu, pemerintah Malaysia  melakukan razia yang diberi nama operasi “Mega Op”.

Departemen Imigrasi Malaysia merilis ada 83.919 majikan yang melengkapi dokumen dan mempekerjakan kembali 744.942 pekerja ilegal.”Dari 744.942 pekerja tersebut, sebanyak 307.557 memenuhi persyaratan untuk bisa bekerja kembali. Sementara sebanyak 108.234 pekerja ditolak dan dalam waktu dekat akan dideportasi,” kata Mustafar Bin Haji Ali

Sisanya, 329.151 pekerja sudah mendaftarkan kembali melalui program biometrik, tetapi, masih ada yang belum memberikan data biometrik. Bagi yang belum melengkapi hingga batas yang ditentukan sanksinya mereka bisa ditahan oleh pihak berwenang Malaysia? Baik majikan dan pekerja akan menghadapi sidang di pengadilan dulu.  Setelah itu, para pekerja baru dideportasi.

Bagi majikan, lanjut Mustafar, akan dikenai sanksi berat yakni denda RM 50 ribu atau setara Rp 178 juta, dipenjara selama lima tahun dan dicambuk dengan menggunakan rotan sebanyak 6 kali. Pemerintah Malaysia melakukan razia terhadap pekerja ilegal demi menegakan kedaulatan, keselamatan dan memelihara kesejahteraan negara.

Jumlah pekerja legal yang dilengkapi dokumen resmi saat ini, mencapai 2,1 juta. Namun, diprediksi angka pekerja asing yang tinggal melebihi batas izin dan tanpa memiliki dokumen, lebih banyak dua kali lipat. Federasi Pekerja Malaysia memprediksi, angkanya bisa mencapai 6 juta orang.

Malaysia saat ini memang sangat membutuhkan tenaga asing. Mengapa? Pekerja asing bisa dibayar murah dan tak akan menolak untuk mengerjakan pekerjaan apa saja yang tidak mau dikerjakan oleh warga lokal Malaysia. Para TKI tersebut saat ini ditahan di sejumlah penjara, yaitu penjara Pekan Nenas Johor, penjara Tanah Merah Kelantan, penjara KLIA Sepang dan penjara Ajil Terengganu.***

Editor : Mawardi

Check Also

PRT Indonesia di Singapura Dijual Lewat Situs Niaga Carousell Singapura

SINGAPURA, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Kementerian Tenaga Kerja Singapura kini tengah menyelidiki kasus ‘penjualan’ sejumlah pembantu rumah tangga yang …

Ketua DPR RI Memuji KBRI Singapura Terhadap Perlindungan Pekerja Imigran Indonesia

SINGAPURA, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Ketua DPR-RI, Bambang Soesatyo memuji upaya KBRI Singapura memberikan perlindungan kepada Pekerja Migran Indonesia …