Home / INTERNASIONAL / ASIA / Duterte: Latihan Militer AS-Filipina pada Oktober Merupakan yang Terakhir
meizu

Duterte: Latihan Militer AS-Filipina pada Oktober Merupakan yang Terakhir

HANOI, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID – Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut latihan militer gabungan antara Amerika Serikat dan Filipina yang diadakan pada Oktober merupakan latihan yang terakhir. Hal ini tentu saja dapat membuat AS merasa kebingungan, sebab Filipina merupakan sekutu terdekat mereka di Asia Tenggara.

Dilaporkan, Duterte menyampaikan hal itu ketika ia sedang melakukan kunjungan kenegaraannya ke Vietnam. Di depan para warga komunitaspinoy (masyarakat Filipina) di Hanoi, dengan gayanya yang santai dan tegas, Duterte mensinyalir hubungan militer AS dan Filipina  terancam dapat terganggu.

“Saya (akan) memberikan pemberitahuannya kepada Amerika. Saya (juga) akan memberi tahu Anda sekarang bahwa ini akan menjadi latihan militer terakhir. (Tepatnya) latihan militer gabungan antara Filipina-AS,” ujar Duterte, sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (29/9/2016).

Namun, ia dikabarkan tidak bermaksud untuk mengakhiri aliansi militer antara AS dan Filipina yang sudah berjalan lama itu. Ia menegaskan hanya ingin membuat geopolitik di wilayahnya lebih stabil.

“(Filipina-AS) dijadwalkan mengadakan latihan militer bersama, di mana China tidak menginginkan hal itu,” tutur Presiden Filipina tersebut.

Dilaporkan, latihan militer AS-Filipina tahunan akan diadakan di Pulau Luzon dan Palawan pada 4-12 Oktober. Sedikitnya 1.400 tentara AS dan 500 tentara Filipina akan menghadiri latihan militer gabungan tersebut. (rm/ok)

Check Also

PRT Indonesia di Singapura Dijual Lewat Situs Niaga Carousell Singapura

SINGAPURA, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Kementerian Tenaga Kerja Singapura kini tengah menyelidiki kasus ‘penjualan’ sejumlah pembantu rumah tangga yang …

Ketua DPR RI Memuji KBRI Singapura Terhadap Perlindungan Pekerja Imigran Indonesia

SINGAPURA, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Ketua DPR-RI, Bambang Soesatyo memuji upaya KBRI Singapura memberikan perlindungan kepada Pekerja Migran Indonesia …