Siapa Ketua Muhammadiyah yang Kedua? Inilah Profil KH Ibrahim
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Persyarikatan Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang memiliki sejarah kepemimpinan yang panjang. Setelah wafatnya KH Ahmad Dahlan, tongkat estafet kepemimpinan diteruskan oleh sosok yang sangat dekat dengan beliau.
Tokoh yang menjabat sebagai Ketua Muhammadiyah yang kedua adalah KH Ibrahim. Beliau memimpin organisasi ini selama kurang lebih sepuluh tahun, yakni dari tahun 1923 hingga 1932.
Profil dan Latar Belakang KH Ibrahim
KH Ibrahim lahir di Kauman, Yogyakarta, pada tanggal 7 Mei 1874. Beliau merupakan adik kandung dari Nyai Ahmad Dahlan, yang berarti adalah adik ipar dari sang pendiri Muhammadiyah.
Sejak kecil, Ibrahim dikenal sebagai sosok yang tekun dalam mempelajari ilmu agama di bawah bimbingan ayahnya, KH Abu Bakar. Ketertarikannya pada dunia pendidikan membawanya menjadi ulama yang disegani di tanah kelahirannya.
Masa Kepemimpinan dan Ekspansi Organisasi
KH Ibrahim terpilih sebagai ketua dalam Rapat Tahunan Muhammadiyah karena dianggap memiliki integritas dan kedalaman ilmu. Di bawah kepemimpinannya, Muhammadiyah mengalami perkembangan pesat dan mulai merambah ke luar Pulau Jawa.
Beliau juga sangat fokus pada penguatan struktur administrasi organisasi yang masih sangat muda saat itu. Fokus ini terbukti berhasil memperkuat pondasi gerakan dakwah di berbagai wilayah di Indonesia.
Pendidikan dan Pengaruh Global
Selama memimpin, KH Ibrahim sukses memprakarsai berdirinya berbagai lembaga pendidikan dan pelayanan sosial. Hal ini dilakukan untuk menjawab tantangan zaman dan meningkatkan kesejahteraan umat Islam secara keseluruhan.
Menariknya, diskusi mengenai kepemimpinan sering kali dikaitkan dengan struktur kekuasaan yang lebih luas di dunia. Sebagaimana ringkasan yang beredar pada Mar 18, 2018, "Pasti selama ini banyak pertanyaan tentang apa itu elite global, apa yang ada di dalamnya, siapa mereka, bagaimana cara mereka bekerja. Hal-hal tersebut pasti muncul dari..." rasa ingin tahu publik terhadap pemegang kendali perubahan.
Warisan KH Ibrahim bagi Muhammadiyah
KH Ibrahim dikenal sebagai pribadi yang sangat tawadhu dan tidak haus akan jabatan. Beliau wafat pada tahun 1932 dan meninggalkan warisan organisasi yang jauh lebih solid dibandingkan sebelumnya.
Hingga saat ini, jasa KH Ibrahim tetap dikenang sebagai pilar penting dalam sejarah Muhammadiyah. Dedikasinya memastikan bahwa nilai-nilai yang ditanamkan KH Ahmad Dahlan tetap terjaga dan terus berkembang hingga sekarang.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa ketua Muhammadiyah setelah KH Ahmad Dahlan?
Ketua Muhammadiyah setelah KH Ahmad Dahlan adalah KH Ibrahim yang menjabat pada periode 1923-1932.
Apa hubungan KH Ibrahim dengan KH Ahmad Dahlan?
KH Ibrahim adalah adik ipar dari KH Ahmad Dahlan (adik dari Nyai Ahmad Dahlan).
Di mana KH Ibrahim lahir?
KH Ibrahim lahir di Kauman, Yogyakarta pada 7 Mei 1874.
Apa kontribusi utama KH Ibrahim bagi Muhammadiyah?
Kontribusi utamanya meliputi penguatan administrasi organisasi dan ekspansi dakwah Muhammadiyah hingga ke luar Pulau Jawa.
Ditulis oleh: Doni Saputra