PPJI Surabaya Siap Sukseskan MBG: Pelatihan & Katering Dukung Program Prabowo

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Surabaya menunjukkan komitmen kuat dalam menyukseskan program makan bergizi gratis (MBG), sebuah inisiatif penting untuk peningkatan gizi masyarakat. Komitmen ini datang tak lama setelah pelantikan pengurus baru Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPJI Surabaya, yang menandai babak baru dalam kontribusi mereka terhadap pembangunan daerah.
Program MBG yang digagas oleh pemerintah ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat, khususnya dalam hal peningkatan gizi anak-anak. PPJI Surabaya, sebagai organisasi yang beranggotakan para pelaku usaha jasa boga, siap mengambil peran penting dalam menyukseskan program ini.
Pelatihan dan Pengembangan Usaha: Kunci Sukses MBG
Ketua DPC PPJI Surabaya, Asrilia Kurniati Abdurohim, menyampaikan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mengadakan pelatihan bagi anggota dan pengembangan usaha. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan para anggota agar mampu berkontribusi secara optimal dalam pelaksanaan program MBG, sesuai dengan arahan yang diberikan oleh pemerintah.
Pelatihan ini akan mencakup berbagai aspek, mulai dari standar kualitas makanan, manajemen dapur, hingga aspek kebersihan dan kesehatan makanan. Pengembangan usaha juga akan menjadi fokus, dengan memberikan pendampingan kepada para anggota agar mampu meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas layanan mereka.
Syarat Utama: Dapur Berstandar untuk Program MBG
Asrilia Kurniati Abdurohim juga menekankan bahwa ada persyaratan khusus bagi pelaku jasa boga yang ingin berpartisipasi dalam program ini. Mereka yang telah memiliki lahan diwajibkan untuk membangun dapur dengan luas minimal 300 meter persegi. Ini adalah salah satu syarat utama yang harus dipenuhi untuk memastikan standar kualitas dan kuantitas makanan yang diproduksi.
Syarat ini penting untuk menjaga kualitas makanan yang dihasilkan dan memastikan bahwa program MBG dapat berjalan efektif. Hal ini juga memastikan bahwa pelaku usaha memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan program dalam skala besar.
Kesiapan Anggota PPJI Jawa Timur
Anggota PPJI dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Surabaya, Banyuwangi, Malang, dan Sidoarjo, telah menyatakan kesiapan mereka untuk berkontribusi dalam program MBG. Hal ini menunjukkan soliditas dan komitmen PPJI Jawa Timur dalam mendukung program pemerintah.
Baca Juga: Gempa Banyuwangi: 24 Gempa Susulan Mengiringi Guncangan M 5,7, Wilayah Terdampak
Banyak di antara mereka yang sudah memiliki jasa katering berskala besar yang sudah memiliki dapur dan siap untuk diverifikasi. Hal ini akan mempercepat proses implementasi program MBG di Jawa Timur.
Katering Besar Siap Berkontribusi di Surabaya
Asrilia Kurniati Abdurohim, yang akrab disapa Ning Lia, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat tujuh katering besar di Surabaya yang siap membuka dapur untuk pelaksanaan program MBG. Kesiapan ini adalah modal awal yang sangat baik untuk memastikan kelancaran program di kota pahlawan.
Dengan adanya dukungan dari tujuh katering besar ini, diharapkan program MBG di Surabaya dapat berjalan dengan cepat dan efektif, memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Dukungan dari Anggota DPR RI
Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menyampaikan dukungannya terhadap rencana kerja PPJI Surabaya. Dukungan ini khususnya ditujukan untuk menyukseskan program MBG yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Bambang Haryo Soekartono berharap UMKM di Jawa Timur, khususnya Surabaya, Sidoarjo, dan Malang, dapat ikut serta dalam menyukseskan program MBG. Ini akan menjadi langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Manfaat Ganda MBG: Gizi dan Ekonomi
Bambang Haryo Soekartono menjelaskan bahwa manfaat program MBG tidak hanya terbatas pada pemenuhan gizi anak-anak. Lebih jauh, program ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sektor mikro.
Jika program MBG berhasil, maka perputaran ekonomi di Indonesia akan merata. Sektor-sektor seperti pertanian, perikanan, hingga peternakan akan ikut hidup, termasuk juga sektor sayur-mayur dan sektor pendukung lainnya.