Sadiq Khan dan Partai Hijau Desak Pembatalan Pameran Senjata London di Tengah Konflik Gaza
Wali Kota London, Sir Sadiq Khan, bersama dengan anggota dan dewan lokal Partai Hijau, bersatu dalam menentang penyelenggaraan pameran senjata Defence and Security Equipment International (DSEI) di London. Penolakan ini muncul di tengah tragedi kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 60.000 orang, mendorong seruan untuk membatalkan acara tersebut.
Kecaman dari Kantor Wali Kota
Kantor Wali Kota London telah menyatakan rasa “terkejut” atas rencana penyelenggaraan pameran senjata DSEI di ExCel London. Pameran ini menarik pembeli militer dan kontraktor pertahanan dari seluruh dunia. Wali Kota menilai penggunaan London sebagai “pasar bagi mereka yang ingin memperdagangkan senjata” sangat tidak pantas, terutama mengingat kota ini menjadi tempat berlindung bagi ribuan orang yang melarikan diri dari konflik bersenjata. Juru bicara Sir Sadiq menegaskan penolakan penuh terhadap acara tersebut, dan mendesak penyelenggara untuk mempertimbangkan kembali rencana mereka di masa depan.
Perlawanan Berulang Terhadap DSEI
Sir Sadiq Khan secara konsisten menyuarakan penentangan terhadap penyelenggaraan DSEI di London. Pada tahun 2021, ia menyatakan penentangannya terhadap acara tersebut di hadapan London Assembly. Ia menekankan bahwa penggunaan London sebagai pasar senjata bagi negara-negara yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia sangat bertentangan dengan nilai-nilai kota tersebut. Penolakan ini didasarkan pada keprihatinan terhadap dampak acara terhadap warga London yang telah mengungsi dari konflik, serta potensi gangguan lokal yang ditimbulkan oleh pameran tersebut.
Protes dan Seruan Pembatalan
Protes terhadap pameran senjata DSEI telah dimulai oleh anggota London Assembly dari Partai Hijau, Caroline Russell dan Zoë Garbett, yang melakukan aksi duduk di jalan di luar ExCel Centre. Dewan Hackney Downs, Alastair Binnie-Lubbock (Partai Hijau), juga mengutuk acara tersebut, menyebutnya sebagai tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai warga London. Ia mengecam pemerintah yang dinilai “menggelar karpet merah” bagi pejabat dan perusahaan Israel di tengah konflik Gaza, serta bagi rezim lain yang memiliki catatan buruk dalam hal hak asasi manusia.
Pemerintah Inggris dan Larangan Pejabat Israel
Pemerintah Inggris, meskipun mendukung pameran tersebut, telah melarang pejabat Israel untuk menghadiri acara tersebut. Keputusan ini diambil sebagai tanggapan terhadap eskalasi operasi militer Israel di Gaza. Namun, perusahaan pertahanan Israel seperti Elbit Systems, Rafael, IAI, dan Uvision tetap diizinkan untuk berpartisipasi.
Kritik dari Aktivis dan Anggota Masyarakat
Emily Apple dari Campaign Against Arms Trade juga menyuarakan penolakannya terhadap pameran senjata ini, terutama karena lokasinya di Newham, yang merupakan komunitas yang beragam dengan banyak orang yang mengungsi dari perang yang dipicu oleh senjata. Di sisi lain, anggota London Assembly dari Partai Buruh, Unmesh Desai, memiliki pandangan berbeda. Ia berpendapat bahwa tidak ada masalah dengan penyelenggaraan pameran tersebut, dengan alasan bahwa industri pertahanan menciptakan lapangan kerja yang penting bagi perekonomian lokal. Namun, ia menekankan bahwa masalahnya terletak pada kebijakan luar negeri, bukan pada senjata itu sendiri.
Kesimpulan
Penolakan terhadap pameran senjata DSEI di London menunjukkan perdebatan yang lebih luas tentang peran kota dalam perdagangan senjata dan dampaknya terhadap komunitas yang terkena dampak konflik. Dengan bergabungnya Wali Kota London dengan Partai Hijau dalam menentang acara tersebut, tekanan terus meningkat pada penyelenggara untuk mempertimbangkan kembali lokasi pameran di masa depan, serta meninjau dampak etis dari perdagangan senjata dalam konteks global.