Antisipasi Keamanan, Pemkot Bogor Imbau PAUD-SMP Belajar Daring 1-2 September

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengambil langkah antisipatif terkait situasi keamanan di wilayahnya. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang mengimbau seluruh sekolah di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring pada tanggal 1 dan 2 September 2025.
Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran nomor 100.3.4/4822-Sekret tahun 2025. Surat edaran tersebut secara spesifik menyebutkan bahwa "Kegiatan pembelajaran PAUD/PKBM, SD, SMP Negeri dan Swasta pada hari Senin-Selasa, tanggal 1-2 September 2025 dilaksanakan secara daring." Informasi ini diperoleh dari detikcom pada hari Senin, 1 Agustus 2025.
Alasan di Balik Imbauan Belajar Daring
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai langkah proaktif untuk menjaga kondusifitas Kota Bogor, serta membantu aparat keamanan dalam menjalankan tugasnya. Lebih lanjut, kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran para orang tua murid terkait situasi politik dan keamanan yang berkembang saat ini.
"Kami mengimbau seluruh sekolah, guru, dan orang tua untuk memastikan siswa tetap mengikuti pembelajaran dari rumah masing-masing. Hal ini sebagai upaya menjaga keamanan, mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, serta memastikan proses belajar tetap berjalan," tegas Herry Karnadi. Disdik Kota Bogor memahami betul pentingnya pendidikan yang berkelanjutan, dan pembelajaran daring menjadi solusi di tengah situasi yang membutuhkan perhatian khusus.
Koordinasi dan Pemantauan Intensif
Untuk memastikan efektivitas pembelajaran daring, Herry Karnadi menekankan pentingnya koordinasi antara guru, wali kelas, dan orang tua murid. Guru dan wali kelas diharapkan aktif memantau keaktifan siswa selama proses pembelajaran jarak jauh. Selain itu, pengawas sekolah juga memiliki peran penting dalam melaporkan hasil pemantauan kegiatan belajar mengajar secara daring kepada kepala bidang sesuai jenjang pendidikan masing-masing.
Menjaga Kondusifitas dan Tidak Terprovokasi
Dalam imbauannya, Herry Karnadi juga mengingatkan seluruh guru dan siswa untuk tetap menjaga kondusifitas lingkungan serta tidak mudah terprovokasi oleh ajakan atau berita yang belum jelas sumbernya. Sekolah juga diminta untuk menugaskan Satuan Tugas (Satgas) Pelajar untuk memantau situasi dan kondisi di lingkungan sekolah, mengingat adanya potensi aksi demonstrasi di wilayah Kota Bogor.
"Kami juga mengimbau tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan siswa agar menjaga kondusifitas serta tidak mudah terprovokasi oleh ajakan atau berita yang tidak jelas sumbernya," pungkas Herry. Pemkot Bogor berharap dengan kerjasama seluruh pihak, proses pembelajaran daring dapat berjalan lancar dan aman, serta kondusifitas Kota Bogor tetap terjaga.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menonton video terkait "1 September, Madrasah di Jakarta Belajar Online" [tautan video akan ditambahkan di sini jika tersedia].