Topan Kajiki Terjang Vietnam, Satu Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Table of Contents

Topan Kajiki Hantam Vietnam, Satu Orang Tewas


Topan Kajiki menghantam wilayah tengah Vietnam pada Senin petang. Akibatnya, satu orang dilaporkan tewas akibat banjir bandang dan terjangan angin kencang yang mencapai kecepatan lebih dari 130 kilometer per jam.

Puluhan ribu warga dievakuasi dari wilayah yang berada di jalur topan. Topan ini adalah topan kelima yang menerjang Vietnam pada tahun ini.

Dampak Topan Kajiki

Seperti yang dilaporkan oleh CNA, Topan Kajiki mengguncang Teluk Tonkin dengan gelombang setinggi 9,5 meter sebelum menghantam pesisir sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Hampir 44.000 orang telah dievakuasi dari area terdampak.

Sebanyak 16.000 personel militer dimobilisasi dan seluruh kapal penangkap ikan yang berada di jalur topan ditarik kembali ke pelabuhan. Dua bandara domestik terpaksa ditutup dan 35 penerbangan dibatalkan sebelum topan mendarat di antara Provinsi Ha Tinh dan Nghe An.

Kerusakan Infrastruktur dan Dampak Sosial

Menurut pihak berwenang, Topan Kajiki telah merobohkan atap lebih dari 600 rumah. Nguyen Thi Phuong, seorang warga Kota Vinh berusia 38 tahun, mengungkapkan belum pernah merasakan angin sekuat ini seumur hidupnya.

Kota Vinh, yang merupakan ibu kota Provinsi Nghe An, mengalami pemadaman listrik yang meluas pada Senin malam. Kementerian Pertanian melaporkan satu korban jiwa, dan setidaknya delapan orang lainnya mengalami luka-luka.

Peringatan dan Kondisi Terkini

Pusat Prakiraan Hidro-Meteorologi Nasional Vietnam melaporkan bahwa topan mencapai daratan dengan kecepatan angin antara 118 hingga 133 kilometer per jam. Direktur Mai Van Khiem menyampaikan peringatan bahwa risiko banjir bandang pada malam hari sangat tinggi, sehingga masyarakat harus tetap waspada.

Kota Vinh yang berada di tepi laut terendam banjir pada Senin pagi. Jalanan sebagian besar terlihat sepi karena sebagian besar toko dan restoran tutup, dan warga serta pemilik usaha menutup pintu masuk properti mereka dengan karung pasir.

Kisah Para Pengungsi

Le Manh Tung, seorang warga berusia 66 tahun, mengatakan belum pernah mendengar topan sebesar ini datang ke kota mereka. Ia dan keluarganya mengungsi di sebuah stadion olahraga dalam ruangan Vinh, dan menikmati sarapan sederhana berupa nasi ketan.

Le Manh Tung menambahkan bahwa meskipun ia merasa agak takut, mereka harus menerima keadaan karena ini adalah alam. Nguyen Thi Nhan, seorang pengungsi berusia 52 tahun, menyatakan bahwa biasanya mereka mengalami badai dan banjir, tetapi tidak pernah sebesar ini.

Faktor Perubahan Iklim

Perubahan iklim akibat aktivitas manusia mendorong pola cuaca yang lebih intens dan tidak terduga. Hal ini dapat meningkatkan potensi terjadinya banjir dan badai yang merusak, terutama di daerah tropis.

Kekuatan topan diperkirakan akan mereda setelah mencapai daratan. Pusat Peringatan Topan Gabungan menyatakan bahwa kondisi menunjukkan tren pelemahan saat sistem topan mendekati landas kontinen Teluk Tonkin, di mana kandungan panas lautnya lebih rendah.

Dampak Regional

Pulau resor tropis Hainan di Cina mengevakuasi sekitar 20.000 penduduk pada hari Minggu saat topan tersebut melewati wilayah selatannya. Kota utama pulau itu, Sanya, menutup area wisata dan menghentikan operasional bisnis.

Di Vietnam, lebih dari 100 orang tewas atau hilang akibat bencana alam dalam tujuh bulan pertama pada 2025. Kementerian Pertanian memperkirakan kerugian ekonomi mencapai lebih dari US$21 juta.

Kerugian Akibat Bencana Alam di Vietnam

Vietnam menderita kerugian ekonomi sebesar US$3,3 miliar pada September lalu akibat Topan Yagi. Topan Yagi melanda wilayah utara negara itu dan menyebabkan ratusan korban jiwa.

Topan Yagi menjadi pengingat akan kerentanan Vietnam terhadap dampak bencana alam. Peristiwa ini menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana untuk mengurangi kerugian di masa depan.

Baca Juga

Loading...