DPR RI Diminta Introspeksi Diri Usai Demo: GAMKI dan Muhammadiyah Angkat Bicara

Table of Contents

Para Anggota DPR Diminta Intropeksi Diri, Imbas Demo yang Terjadi di Sejumlah Wilayah


Jakarta - Sejumlah elemen masyarakat memberikan kritik pedas kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. Desakan ini muncul sebagai respons atas gelombang demonstrasi yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjadi dua organisasi yang menyuarakan pentingnya introspeksi diri, empati, serta mencari solusi dialogis dalam menghadapi situasi ini. Liputan6.com melaporkan pada Jumat, 30 Agustus 2025, bahwa desakan ini muncul sebagai respons atas berbagai aksi unjuk rasa yang terjadi.

GAMKI: Berhenti Keluarkan Pernyataan Provokatif

Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menjadi salah satu pihak yang paling vokal dalam menyuarakan aspirasinya. GAMKI meminta para anggota dan pimpinan DPR RI untuk berhenti mengeluarkan pernyataan yang dinilai tidak berempati terhadap aspirasi demonstran dan jeritan rakyat. Ketua Umum DPP GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat, menegaskan bahwa pernyataan provokatif atau normatif justru dapat memicu amarah rakyat. GAMKI juga mengimbau masyarakat untuk tetap menyuarakan aspirasi dengan cara damai, menghindari tindakan anarkis, dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi.

"GAMKI meminta para anggota dan pimpinan DPR RI untuk berhenti mengeluarkan pernyataan yang tidak berempati kepada aksi demonstrasi dan jeritan rakyat, serta tidak menyampaikan pernyataan yang provokatif ataupun normatif, yang justru semakin meluapkan amarah rakyat," tegas Sahat Martin Philip Sinurat.

Muhammadiyah: Dialog dan Mawas Diri untuk Solusi Bersama

Selain GAMKI, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga turut memberikan pandangannya. Muhammadiyah menekankan pentingnya semua pihak untuk menahan diri dan menghentikan segala bentuk kekerasan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Muhammadiyah mendorong semua pihak untuk mengutamakan kepentingan bangsa dan negara sebagai fondasi dalam membangun Indonesia yang maju, berdaulat, bermartabat, adil, makmur, dan sejahtera. Solusi atas berbagai permasalahan bangsa harus dicari melalui dialog dan musyawarah dengan sikap yang bijaksana.

PP Muhammadiyah berharap agar para elit politik, pejabat negara, anggota legislatif, dan pengambil kebijakan lebih sensitif terhadap aspirasi masyarakat. Sikap santun, kesederhanaan, dan kepedulian yang tinggi kepada masyarakat menjadi kunci penting. Muhammadiyah juga meminta para elit politik untuk lebih mawas diri, melakukan introspeksi, dan tidak melukai hati rakyat. Publik, menurut Muhammadiyah, membutuhkan keteladanan dari para pemimpinnya, terutama para wakil rakyat yang telah diberikan mandat.

Imbauan untuk Menjaga Ketertiban dan Kewaspadaan

PP Muhammadiyah mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya peserta aksi unjuk rasa, untuk menjaga ketertiban dan keamanan dalam menyampaikan pendapat dan tuntutan. Masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang bersifat destruktif dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, terutama yang berasal dari media sosial yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat juga diharapkan arif dan cerdas dalam menyikapi informasi dengan melakukan klarifikasi kepada pihak yang berwenang atau tokoh panutan.

Konteks Demonstrasi dan Respons

Gelombang demonstrasi yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia menjadi latar belakang utama dari seruan introspeksi ini. Beberapa insiden yang terjadi selama demonstrasi, seperti pembakaran pos polisi di Makassar dan kerusakan pada fasilitas umum lainnya, menjadi perhatian serius. Selain itu, pertemuan Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan massa demo di Polda DIY juga menjadi sorotan. Kejadian-kejadian ini menunjukkan kompleksitas situasi dan pentingnya dialog serta penyelesaian yang damai.

DPR, sebagai lembaga legislatif yang anggotanya dipilih melalui pemilu, memiliki peran penting dalam merespons aspirasi masyarakat dan mencari solusi atas berbagai permasalahan yang ada. Seruan dari GAMKI dan Muhammadiyah ini menjadi pengingat bagi para anggota DPR untuk lebih peka terhadap situasi yang berkembang, serta mampu memberikan respons yang bijaksana dan berempati terhadap masyarakat.

Baca Juga

Loading...