Joaquin Gomez: Kenangan Singkat yang Mendalam di Borneo FC, Prioritaskan Keluarga

Table of Contents

Periode Singkat Bersama Borneo FC tapi Sangat Berkesan untuk Joaquin Gomez: Sekarang Waktunya untuk Keluarga


Mantan pelatih Borneo FC, Joaquin Gomez, kini menikmati waktu berkualitas bersama keluarganya setelah menyelesaikan tugasnya di klub berjuluk Pesut Etam tersebut.

Gomez, yang tiba di Borneo FC pada Januari 2024, berhasil membawa tim tersebut finis di posisi kelima klasemen akhir Liga 1, sebuah peningkatan signifikan dari posisi ke-12 yang sempat mereka tempati.

Meskipun sukses mengangkat performa tim, Gomez dan manajemen Borneo FC sepakat untuk tidak melanjutkan kerjasama. Kini, pelatih asal Spanyol itu fokus pada keluarganya dan berencana untuk beristirahat sejenak dari dunia sepak bola. "Saya kembali ke Spanyol. Sudah lama saya tidak bertemu keluarga.

Jadi, rencananya adalah beristirahat dulu," ujar Gomez dalam wawancara.

Fokus Keluarga Setelah Tugas Intensif

Menurut Gomez, selama enam bulan menangani Borneo FC, ia jarang memiliki waktu untuk bersua dengan keluarganya. Tuntutan pekerjaan dan target yang ditetapkan manajemen membuatnya harus fokus penuh pada tim. Intensitas pekerjaan yang tinggi membuatnya tidak memiliki banyak waktu luang.

Alasan Kepergian yang Disimpan

Gomez memilih untuk tidak mengungkapkan secara detail alasan di balik keputusannya meninggalkan Borneo FC. Ia hanya menyampaikan bahwa dirinya telah memberikan yang terbaik selama masa baktinya, meskipun menghadapi berbagai tantangan di awal. "Tidak ada gunanya membahasnya secara detail sekarang. Yang jelas, saya sudah pergi," katanya.

Kedatangannya ke Indonesia, tanpa pengetahuan mendalam tentang sepak bola dan budaya lokal, menjadi tantangan tersendiri baginya. Namun, ia berhasil mempelajari dan beradaptasi dengan cepat.

Gomez menambahkan bahwa selama 16 tahun berkarier sebagai pelatih, ia jarang menganggur lebih dari beberapa minggu. Ia selalu berusaha untuk menyelesaikan setiap musim dengan baik dan menunjukkan kemampuannya.

Pengalaman melatih Borneo FC dianggapnya sebagai pekerjaan dengan tekanan tinggi, di mana ia berusaha untuk mengubah momentum dan mengembalikan situasi positif bagi tim.

Baca Juga

Loading...